Senin, 14 Mei 2012


Jitkundo Sulsel Usai Gasuku

Beladiri Keras Arif Dahlan (Bekorad) Jitkundo Sulsel usai menggelar Gasuku alias penaikan sabuk Sabtu-Minggu, 12-13 Mei di Pantai Tope Jawa Kabupaten Takalar. Kegiatan ini di ikuti sekitar 70-an Jitkundoin yang berasal dari dua Kabupaten yakni Takalar dan Bone. Hadir dalam kegiatan tersebut,  Pengurus Provinsi (Pengprov) Jitkundo Sulsel, Dr. Kaharuddin, M. Pd, yang juga dosen UNM dan sekaligus pembantu dekan bidang kemahasiswaan FMIPA UNM.


Selasa, 17 April 2012

Membudayakan Menulis

Menulis adalah sebuah budaya atau kebiasaan. Budaya untuk mengembangkan intelektualitas. Seorang profesor yang ahli dalam suatu bidang, ketika ia tak mendokumentasikan ide-idenya dalam bentuk tulisan maka generasi mendatang tidak dapat menelurusi jejaknya karena ia tak meninggalkan tulisan. Maka tulisan selain berfungsi untuk menuangkan ide, tulisan juga bisa berfungsi sebagai alat bukti atau bukti sejarah di masa depan.

Selasa, 20 Maret 2012

GURU SEHARUSNYA DI PPG KAN

Oleh: Saturdi Hamid

Upaya peningkatan mutu pendidikan terus menjadi perhatian serius pemerintah. Tak tanggung-tanggung sector pendidikan mendapatkan kucuran dana cukup besar yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 20 persen, sebuah angka yang cukup pantastis. Bahkan angkanya senantiasa menunjukkan peningkatan.
Menurut Data Pokok APBN-P 2008 dan APBN 2009, pada tahun 2005 alokasi anggaran Depdiknas ini mencapai Rp 23.117,4 miliar atau 19,23% dari total APBN. Selanjutnya terus mengalami kenaikan, pada tahun 2006 mencapai Rp 37.095,1 miliar atau 19,44% dari total APBN, Rp 40.476,8 miliar atau 18,95% dari total APBN pada tahun 2007, dan pada tahun 2008 mencapai Rp 45.296,7 miliar atau 16,67% dari total APBN. Pada tahun 2009, alokasi anggaran Depdiknas dalam belanja pemerintah pusat mencapai Rp 62.098,3 miliar atau 19,76% dari total APBN. Pada tahun 2011 meningkat mencapai 266,9 triliun rupiah atau 20,2 persen dari APBN, tahun 2012 angkanya naik lagi sebesar 286,6 triliun rupiah atau 20,4 persen. (Sumber: Setneg).

Selasa, 19 April 2011

Mayat Hidup Gegerkan Warga Bone

WATAMPONE, MP- Sebuah kabar mengenai pria yang tewas dan hidup kembali mengegerkan warga Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Bone, Kamis (24/3/2011).
Hal tersebut juga membuat ratusan warga yang penasaran berkumpul di lokasi kejadian. Kabar mengenai orang yang bernafas kembali usai dimandikan dan dikafani tersebut bahkan tersebar hingga ke Kabupaten Sinjai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Pendidikan, kejadian itu berawal saat seorang warga Kecamatan Patimpeng, A Hamza, menggali tanah di halaman rumah milik keluarganya untuk membuat sumur.
Korban yang menggali hingga kedalaman 13 meter sempat pingsan akibat diduga kekurangan oksigen.
Karena pingsan, rekan korban kemudian mencoba masuk sumur untuk mengangkat korban keluar dari lubang yang dibuatnya.


DAHSYAT ! Anak di bawah umur ini sering ML (ada fotonya)

Anda pasti terkejut jika melihat langsung tingkah laku anak yang satu ini.meski usianya masih di bawah umur,tapi dia sudah punya nafsu (maaf:ML) seperti orang dewasa 'dia sering banget ML'. bahkan ibunya juga pernah menjadi korban,malah tanpa merasa bersalah dia sering minta nambah.

Dahsyat memang ! Kebetulan aksi tersebut sempat terekam sama kamera oleh seorang tetangganya yang enggan disebutkan sumber identitasnya. Untuk lebih jelasnya lihat saja gambar anak ini yang begitu bernafsunya jika sedang ML.

Taman Bunga Bone Tempat Mejeng PSK

WATAMPONE, MP- Taman bunga Watampone di Kabupaten Bone, Sulsel, yang terletak di jantung kota beralih fungsi saat malam hari.
Jika sore hari dijadikan tempat rekreasi atau olahraga ringan, saat malam taman bunga berubah menjadi tempat transaksi seks.
Mulai dari waria hingga pekerja seks komersial kelas teri memenuhi taman yang diresmikan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin limpo sebagai taman edukasi.

Senin, 18 April 2011

Cara Membuat Read More Pada Blog

Sebelum cara ini ditemukan, para blogger masih pake cara lama untuk mnyembunyikan sebagian postingnya dan menampilkan tulisan read more di beranda blog mereka. Kita harus nyanyumin tag dan setiap kali kita posting di blog. Kalo menurut saya sih ini terlalu rumit, dan kita juga suka bingung mau ngebatesin artikel kita seperti apa. Malah di sebagian browser, tag read more seperti itu kadang2 suka berbeda, malah ada yang ga muncul tombol read morenya. Selain itu, masalah yang sering timbul yaitu javascript yang kadang2 ga bisa dibuka karena hostingnya sedang bermasalah. Pasti ga enak banget kan kalo masalah2 itu menimpa blog kita? Nah, saya punya solusinya nih! Kita ga harus nyantumin kode2 , dan gambar yang kita sisipkan di artikel bakal muncul di postingan kita paling atas! Contohnya seperti blog saya ini. Kita tinggal ngebiarin script yang ngejalanin semuanya buat kita. Tertarik kan? 


Minggu, 17 April 2011

UJIAN NASIONAL : SISWA BUTUH SUGESTI UNTUK PERCAYA DIRI

Oleh: A.Sarjan
Masa-masa terakhir ini, ujian nasional bagi siswa sudah dilaksanakan, mulai tingkat SLTA, SLTP, dan Sekolah Dasar (SD). Pada hakikatnya, ujian nasional tidak berbeda dengan ujian-ujian yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Keduanya adalah evaluasi pembelajaran. Perbedaannya hanya pada model soal yang bersifat nasional. Baik ujian sekolah maupun ujian nasional kedua-duanya mengacu pada kurikulum sekolah pada masing-masing jenjang pendidikan. Tetapi, mengapa ujian nasional itu menjadi momok bagi siswa, bahkan para guru dan orang tua?

Kadisdik Pantau UN


Kepala Dinas Pendidikan, Drs H Taswin Arifin berbincang dengan pengawas independen dari Unhas disela-sela pemantauan UN di SMAN 1 Watanpone.

Pengawas Temukan Soal Bermasalah


Ketua DPRD Bone, Drs H Ambo Dalle MM,melihat kantin kejujuran SMAN 1 disela-sela pemantauan UN di sekolah itu, didampingi sekretaris dinas pendidikan, Drs H Bustan Ramli MSi.

WATAMPONE,MP--Hari pertama Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1, diwarnai dengan adanya soal yang bermasalah. Soal yang bermasalah itu ditenggarai karena kesalahan saat pencetakan, dimana dua lembar dalam soal tersebut sama. Setidaknya lima soal yang ditemukan bermasalah tersebut, langsung dilaporkan pengawas ruangan kepada panitia UN. Setelah dilaporkan, pihak panitia setelah berkoordinasi dengan pengawas independen dari Unhas, memerintahkan agar soal tersebut ditukar dengan soal cadangan yang sudah disiapkan

Jumat, 18 Maret 2011

SD di Palakka Segera Terima Buku


WATAMPONE, RB--Dalam waktu dekat, sebanyak 12 Sekolah Dasar (SD), di Kecamatan Palakka, akan menerima buku pelajaran bahasa bugis matajang. Buku pelajaran ini, merupakan pesanan SD, yang dananya diambil dari anggaran pendidikan gratis. Penyalur buku pelajaran, Agus, yang ditemui di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palakka, mengungkapkan setiap sekolah akan mendapatkan jumlah buku bervariasi. Pasalnya, masing-masing SD memesan buku dengan jumlah berbeda tergantung jumlah dana yang disetorkan. Seperti untuk SD 12/79 Polewali dalam pesanannya tercatat 91 buah buku dengan anggaran yang digunakan sebesar Rp1,8 juta. "Jumlah buku tergantung dari banyaknya yang dipesan," ungkapnya.

Sementara kepala UPTD Kecamatan Palakka, Drs Andi Mallanti, yang dihubungi lewat telepon selulernya membenarkan sekolah SD akan terima buku pesannya. "Jadi buku yang simpan di UPTD tadi, pesanan SD yang dananya dari pendidikan gratis," terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, buku yang disimpan itu, sifatnya hanya sementara karena masing-masing sekolah yang memesan buku pelajaran itu, segera akan mengambilnya. "Buku pelajaran itu sekedar dititip saja di UPTD. Masing-masing sekolah akan segera akan mengambilnya," terangnya lagi. (tur)

Telkom Fasilitasi Siswa Mendaftar di PTN


WATAMPONE, RB--Ini kabar baik bagi siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh wilayah Indonesia, bulan Mei mendatang. Pasalnya, untuk kedua kalinya pihak Telkom dalam hal ini speedy dengan layanan gratisnya, siap membantu siswa mendaftar secara online. Hal itu dikemukakan Asisten Manager Customer Care Telkom, Murlawa, kepada RADAR BONE, saat ditemui di kantornya, Kamis, 17 Februari, kemarin.
Dikatakannya, bagi siswa siswi yang akan mendaftar di PTN mana saja, bisa menggunakan layanan speedy untuk mendaftar di PTN, dengan mengunjungi website: http://ujian.snmptn.ac.id.
Layanan ini, tambah Murlawa, sebagai hasil kerjasama antara Telkom, Bank Mandiri dengan kementerian pendidikan nasional. "Jadi ini program Telkom pusat, kita di daerah hanya mengikuti intruksi dari pusat," urainya.
Untuk bisa mendaftar secara online, Murlawa, mengungkapkan peserta harus terlebih dahulu membayar biaya ujian sebesar Rp150 ribu untuk peserta kelompok IPA atau IPS dan Rp175 ribu untuk peserta kelompok IPC (IPA+IPS, Red). Untuk pembayarannya lewat Bank Mandiri. Setelah memperoleh resi (bukti pembayaran) yang didalamnya berisi pilihan kelompok ujian, nomor identitas, dan PIN Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Setelah memperoleh PIN, lanjutnya, peserta baru bisa mendaftar secara online. Setelah memasukkan kode PIN dan identitas resmi, calon pendaftar baru bisa mengisi formulir pendaftaran secara online. Selanjutnya, formulir pendaftaran itu kemudian akan diprint dan akan menjadi bukti resmi untuk bisa ikut dalam SNMPTN tahun ini.
Hanya saja, diakuinya ada siswa yang masih sulit mendaftar secara online karena terbatasnya pengetahuan tentang teknologi informasi. Namun, ia berjanji akan mebantu siswa yang kesulitan mendaftar secara online. "Silahkan datang ke Telkom kalau ada siswa yang mau mendaftar secara online, kita akan pandu untuk mendaftar," ujarnya lagi. (tur)

Forum MGMP Sorot Pengelolaan Dana BOS


- Kadisdik Imbau Kepsek Terbuka
WATAMPONE, RB--Pengelolaan dana Belanja Operasional Sekolah (BOS) saat ini ternyata belum berjalan transpasan. Buktinya forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah menengah Pertama (SMP) menyorot pengelolaan anggaran dana BOS.
Ketua MGMP SMP, Sam Arif, SPd, MPd, yang mengungkapkan hal itu, saat menghubungi RADAR BONE, Kamis, 17 Februari, kemarin.
Menurutnya dari hasil wawancaranya dengan beberapa guru dari beberapa SMP, mengatakan kalau ada sebagian Kepala Sekolah (Kepsek) SMP, yang membuat rancangan Rencana Anggaran Belanja Sekolah (RABS) tanpa melibatkan guru di dalamnya.
"Dari hasil wawancara dengan teman-teman di MGMP, sebagian guru mengungkapkan kalau ada diantara kepala sekolah yang menerima dana BOS, tidak transparan mengelola dananya," jelasnya tanpa merinci sekolah yang dimaksud.
Padahal, lanjutnya, dalam petunjuk tertulisnya, disebutkan dalam rancangan RABS, diwajibkan melibatkan guru-guru yang ada di sekolah tersebut.
Dia juga menyayangkan kalau dana BOS yang salah satu fungsinya untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan, tidak sesuai dengan harapan, akibat tidak transparannya Kepsek mengelola dana BOS.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bone, Drs Taswin Arifin, yang ditemui di kantornya usai melaksanakan shalat dhuhur, kemarin, mengungangkapkan kalau Kepala sekolah tak mungkin melakukan penyimpangan dalam mengelola dana BOS. Pasalnya, pengunaan dana BOS sudah jelas item belanjanya. "Tidak mungkin ada Kepala sekolah yang berani melakukan penyimpangan. Kalau pun ada, akan diberikan teguran." ujar pehobi sepeda santai ini.
Bahkan dikatakannya, setiap ada pertemuan dengan kepala sekolah, ia selalu menekankan agar kepala sekolah tidak melakukan penyimpangan dalam pengunaan dana BOS.
Ia pun menghimbau kepada kepala sekolah agar tidak main-main dalam mengelola dana BOS. Selain itu, ia juga menghimbau agar kepala sekolah terbuka dengan melibatkan guru-guru dalam merancang RABS. (tur)

Kadisdik Pantau Perpustakaan SD Palawarukka


ULAWENG, RB--Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bone, Drs Taswin Arifin didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs Bustan Ramli MSi, melakukan pemantauan perpustaakaan SD Negeri 12/79 Palawarukka Kecamatan Ulaweng. Kegiatan pemantuan ini dilakukan menyusul dintunjuknya SD Pallawarukka sebagai wakil Sulawesi Selatan dalam lomba perpustakaan tingkat nasional. Hal itu dikemukakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Ulaweng, Andi Yahya, SPd, saat dihubungi, Rabu, 16 Februari kemarin.
Dikatakannya, selain Kadisdik, hadir dalam pemantauan itu, kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Ulaweng. Bahkan dikatakannya, kepala BRI unit Ulaweng siap memberikan bantuan buku untuk melengkapi koleksi buku yang ada di SD Pallawarukka.
"Kepala BRI unit Ulaweng menyatakan siap memberikan bantuan buku," ujarnya.(tur)

1785 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Ikuti Wisuda



WATAMPONE, RB, Sedikitnya 1785 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah mengikuti wisuda ke-23 yang digelar di Aula H Andi Abdullah. Rabu, 16 Februari, kemarin.
Kegiatan wisuda itu diikuti unsur muspida Kabupaten Bone, Pejabat Kopertis wilayah sembilan dan sejumlah tokoh Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua SKTIP, Drs. H Andi Muh Syatir, MPd, berharap agar para wisudawan mampu menjaga nama baik STKIP Muhammadiyah ditengah-tengah masyarakat. Dia juga beharap para wisudawan mampu menerapkan tri darma penguruan tinggi.
"Harapan kami, wisudawan mampu mengaplikasikan ilmunya, selama menempuh pendidikan di kampus STKIP," urainya.
Dikatakannya pula, para wisudawan tidak hanya berharap untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi wisudawan juga mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri.
Selain itu, Ia berharap STKIP mampu menjadi perguruan tinggi ternama di Sulawesi Selatan. Untuk meraih mimpi itu, dikatakannya saat ini STKIP terus berbenah dengan memperbaiki fasilitas yang ada. Bahkan pihaknya sementara merancang bangunan yang bernilai milyaran. Dalam kegiatan itu juga dimeriahkan dengan orasi ilmiah yang dibawakan Dr H Kamal Hijaz SH MH. Salah satu pimpinan perguruan tinggi swasta di Makassar yang sedang promosi doktor. (tur)

Lomba Cerdas Cermat MPR Diundur



WATAMPONE, RB--Keinginan tim cerdas-cermat Tap MPR dan UUD 45 SMAN 4 Watampone, yang akan berlaga di tingkat provinsi mewakili Kabupaten Bone, urung dilaksanakan. Hal itu menyusul adanya penundaan yang dilakukan pihak panitia. Padahal tim SMAN 4, Rabu, 9 Februari, pekan lalu, sudah bersiap-siap berangkat ke Makassar untuk berlomba. Bahkan persiapan tim cerdas-cermat plus yel-yel sudah matang.
Penundaan kegiatan lomba cerdas-cermat tingkat provinsi itu, dibenarkan pendamping tim SMAN 4, Hermawaty, SPd, saat dihubungi telepon selulernya, Rabu, 16 Februari, kemarin.
Dikatakannya, dia sangat kecewa dengan adanya penundaan itu. Pasalnya anak didiknya sudah seratus persen siap bertanding. "Padahal anak-anak sudah siap berangkat. Tapi tiba-tiba ada penyampaian penudaan lomba terpaksa kami tidak jadi berangkat ke Makassar," jelasnya.
Meski batal digelar bulan Februari ini, tim cerdas-cermat SMAN 4 tak pelu kecewa sebab, kegiatan ini tetap dilangsungkan, hanya digeser kebulan Juli mendatang. "Menurut panitia yang disampaikan kepala sekolah, kegiatan ini ditunda Bulan Juli," urainya lagi.
Penyebab kegiatan itu ditunda, Hermawaty mengungkapkan kalau dirinya tak mengetahuinya. "Kalau kita mau tahu alasan penundaannya, kita tanya saja kepala sekolah," lanjutnya.
Sementara Kepala SMAN 4, Drs Salam Basir, yang akan dikonfirmasi terkait dengan adanya penundaan ini, handphonenya tak dapat dihubungi karena tidak aktif. (tur)

21 Guru Dinyatakan Lulus Berkas



- Pada Penerimaan Guru dan Karyawan SIA

WATAMPONE, RB--Proses penerimaan guru dan karyawan Sekolah Islam Athirah (SIA) terus berlanjut. Dalam rilisnya ke Redaksi RADAR BONE, sebanyak 121 calon guru dan 100 calon karyawan dinyatakan lulus berkas.
Menurut Humas SIA, Tawakkal Kahar, SPd, yang dihubungi, Selasa, 15 Februari, mereka yang dinyatakan lulus akan mengikuti test yang direncanakan digelar, Minggu, 20 Februari mendatang yang rencana akan ditempatkan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 20 Panyula.
Direktur SIA, Drs H Asnawi Makkatutu, MM mengatakan bahwa yang diprioritaskan adalah putra daerah, ternyata terbukti. Dari 121 guru yang dinyatakan lulus berkas, 90% mereka berdomisili di Kabupaten Bone, bahkan banyak juga diantara yang dinyatakan lulus, berdomisi di Kelurahan Panyula dekat kampus SIA.
Seperti yang diberikan sebelumnya, guru yang nantinya dinyatakan lulus akan diberikan pembinaan selama empat bulan. Setelah menjalani pembinaan, selanjutnya mereka akan bertugas di SIA.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus berkas, seperti rilis yang dikirimkan SIA, akan mengambil kartu test di SIA, Jl Tanjung Pallette, Kelurahan Panyula, Sabtu, 19 Februari pukul 08.00-10.00 wita, dengan menunjukkan KTP asli dan tidak bisa diwakili dalam pengambilan kartu test.
Sementara untuk test tertulis, peserta diwajibkan untuk membawa alat tulis-menulis, berpakaian rapi dan membawa kartu tes yang sudah ditandatangani oleh panitia. (tur)

Hari ini Pengumuman Lulus Berkas di Athirah



WATAMPONE, RB--Jika sesuai rencana, hari ini Sekolah Islam Athirah (SIA) yang beralamat di poros Panyula, akan mengumumkan pelamar guru dan karyawan yang dinyatakan lulus berkas. Hal itu disampaikan Humas SIA, Tawakkal Kahar, SPd, kepada Radar Bone saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa, 15 Februari, kamarin.
Dikatakannya sampai ditutupnya pendaftaran, khusus di Kabupaten Bone jumlah pelamarnya mencapai 250 orang. Kebanyakan pelamar masih menurut Tawakkal mayoritas putra daerah. Hal itu sesuai keingginan Direktur SIA, Drs H Asnawi Makkatutu, MM, disampaikan saat bertandang ke redaksi harian Radar Bone, agar yang diterima adalah putra Bone. Hal ini dilakukannya agar potensi sarjana yang dimiliki kabupaten ini dapat diakomodir.
Sementara untuk guru yang akan ditempatkan di Makassar, lanjut Tawakkal mencapai 200 pelamar.
"Jadi kita sementara memeriksa berkas pelamar. Rencananya kita umumkan besok (baca: Hari ini)," tutur alumni Universitas Negeri Makassar ini.
Untuk melihat siapa-siapa yang dinyatakan lulus berkas, Tawakkal menyarankan untuk mengunjungi website SIA dengan alamat: www.sekolahathirah.sch.id
Setelah dinyatakan lulus berkas, para peserta bersiap-siap untuk mengikuti tes tertulis dan wawancara yang rencananya akan dilaksanakan Minggu 20 Februari mendatang di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Watampone. Setelah dinyatakan lulus tertulis dan wawancara, calon tenaga pengajar di SIA ini, bersiap-siap 'digembleng' selama empat bulan di Makassar, seperti yang dipernah dikatakan Direktur SIA. "Jadi kami harapkan setelah tahun ajaran baru mereka sudah mulai bertugas," tuturnya. (tur)

LPS SMA 1 Juara I Lomba Mading


WATAMPONE,RB--SMA 1 Watampone kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini salah seorang pengurus Lembaga Pers Siswa (LPS) SMA 1, Fatmawati Muhtar berhasil menyabet juara I lomba Majalah Mading (Mading) sebagai rangkaian acara Diklat Jurnalistik Abu-abu (DJAa) yang diselenggarakan Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM), 9 sampai 13 Februari lalu di Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Makassar.
Kegiatan itu sendiri diikuti sekira 80-an siswa-siswi SMA Se-Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).
Menurut Ketua LPS, Indra Satriani, keberhasilan anggotanya itu tak terlepas dari usaha keras dan upaya sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah tempat ia kini menimba ilmu. Dibone sendiri lanjut Indra baru SMA 1 memiliki lembaga pers. Tak salah ia mengajak sekolah lain yang ada di Kabupaten Bone untuk membentuk lembaga semacam itu. Apatah lagi dikota ini, terdapat banyak wartawan yang siap menjadi pembina. "Sayang kalau lembaga pers di sekolah lain tidak dibentuk," urai siswi kelas sebelas ini.
Sementara Pembina LPS, Shabiel Zakaria, SPd MPd, yang dihubungi telepon selelurnya, menyebutkan prestasi ini termasuk minim dibandingkan dengan prestasi yang diraih diraih dalam event yang sama tahun lalu. "Tahun lalu kita juara umum, karena beberapa lomba LPS berhasil keluar menjadi juara pertama," ujar penulis buku sastra empat musim cinta ini.

Bisa, UN Jujur


WATAMPONE, RB--Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bone Drs Taslim Arifin, ditanggapi seragam praktisi dan pelaku pendidikan dikota ini. Sebagian diantaranya menyatakan optimismenya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jujur bisa dilakukan asal atasan siap memegang komitmen itu. Setidaknya, seperti pandangan yang dikemukakan Guru Besar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Prof Dr Andi Sarjan, MA, kepada media ini saat dihubungi telepon selulernya, Selasa, 15 Februari, kemarin.
Seperti yang diberitakan di koran ini beberapa waktu lalu, dimana Kadisdik mengajak pelaku UN untuk berlaku jujur. Hal itu, sesuai dengan keinginan kementerian nasional agar pelaksanaan UN tahun ini, berlangsung jujur.
Menurut Sarjan, pernyataan Kadisdik itu untuk merespon pelaksanaan UN yang tahun-tahun sebelumnya ditenggarai dibumbui dengan kecurangan dan penyimpangan. Apalagi ada kasus-kasus faktual yang terjadi. Seperti dikatakannya salah satu madrasah aliyah negeri tahun lalu, terpaksa harus menerima sanksi hasil UN dibatalkan, kerena berlaku tidak jujur. "Jadi pernyataan Kadisdik itu untuk merespon penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan selama ini," tutur mantan ketua STAIN ini.
Makanya ia sangat sependapat dengan pernyataan Kadisdik itu, bahkan ia menyarankan agar sekolah mengedepankan potensi siswa. Karena selama ini, terkadang guru sering juga tidak jujur dengan memberikan bantuan kepada siswanya.
Bahkan peluang untuk memberikan bantuan terbuka lebar karena komunikasi dapat berjalan kapan saja, karena perkembangan teknologi.
Perilaku guru dan siswa yang tidak jujur katanya lagi dipicu karena selama ini UN dianggap momok dan menakutkan. Hanya saja, ia menilai aturan UN tahun ini berbeda dengan aturan tahun sebelumnya. Aturan baru sekarang lebih memudahkan siswa untuk lulus, hal ini untuk mengurangi angka kelulusan yang selama ini terus, meningkat. "Jadi, tidak ada alasan guru dan siswa untuk menjadikan momok UN tahun ini, karena ada aturan yang lebih memudahkan siswa untuk lulus," urainya.
Olehnya, ia menyarankan guru dan kepala sekolah untuk mensosialisasikan aturan baru itu, sehingga UN tidak lagi menjadi menakutkan. Selain itu, ia juga menyarankan agar guru memberikan motivasi kepada siswanya agar tetap tenang menghadapi UN tahun ini.
Hal senada diungkapkan Kepala SMA PGRI, Drs Bakhtiar, menurutnya himbauan Kadisdik untuk berlaku jujur sangat memungkinkan untuk dilaksanakan. Apalagi Kadisdik pemegang otoritas tertinggi lembaga pendidikan di Kabupaten Bone. "Kalau seperti itu himbauan Kadisdik. Kita kepala sekolah sebagai bawahan siap melaksanakannya," tuturnya.
Dikatakannya, untuk berbuat curang sangat kecil kemungkinannya karena selama ini Lembar Jawaban Kerja (LJK) siswa langsung disegel didalam ruangan. Untuk tahun ini, karena ada aturan baru, yang lebih memberi kemudahan untuk lulus, ia optimis siswanya bisa lulus 100%.
Pernyataan yang sama juga dikemukakan salah satu tenaga pendidik di kota ini, Sam Arif, SPd, MPd, dikatakannya untuk berbuat jujur dalam UN, bisa saja dilakukan. Asalkan kepala sekolah juga mau jujur. Pasalnya guru hanyalah bawahan. Di mata Sam Arif, selama ini kepala sekolah lah yang memerintahkan untuk melakukan kecurangan. "Atau kepala sekolah membiarkan saja berlaku tidak jujur," tegas ketua MGMP Matematika SMP ini. (tur)
======================